Jumat, 04 Mei 2012

Sang Peri

mereka menyuruhku berjalan..
padahal aku lemah..
apalagi berdiri..

mereka menyuruhku berbicara..
padahal aku lelah..
apalagi tertawa..

aku berteriak.
 mereka menyuruhku diam
lalu aku terdiam dan menangis.
akupun tersentak letih dan lemah

lalu aku terbaring..
disampingku banyak sekali kunang-kunang..

lalu aku berbicara padanya
" Siapakah diriku? kenapa aku tak boleh melakukan yang aku bisa?"

kunang-kunanng itu hanya terdiam dan mengelilingiku..

lalu aku tengok..
laluku gempar.
aku pun berteriak sekeras-kerasnya.

"AKU LETIH!! AKU LEMAH!! AKU TAK SEKUAT YANG LAIN. TAPI AKU MOHON,  BERIKAN AKU TEMAN. SETIDAKNYA BERIKAN AKU PERI"

lalu peri-pun menghampiriku
dan mengajakku tinggal bersama untuk sementara waktu..

P E R I..
sang PERI..
dia cantik, baik, putih, bersih, wangi dan sejuk..

 tiba-tiba peri itu-pun berbicara padaku
" Sadarlah, cantik! orang-orang sangat menginginkanmu".

namun, tak ada yang bisa aku lakukan lagi untuk orang-orang disampingku..
kalau-pun aku tersadar, hanya bisa terkapar di sudut ruang yang sepi dan penuh akan kesakitan.

P E R I..
aku harap..
kau akan kembali saat kesedihan dan kesepian menghampiriku..

0 komentar:

Posting Komentar